Friday, 12 June 2015

Deskripsi Lembaga



Profil 
Yayasan KOPPESDA

Yayasan Koordinasi Pengkajian dan Pengelolaan Sumberdaya Alam (KOPPESDA) merupakan sebuah lembaga nirlaba yang independen, dibentuk dengan akte Notaris Pau Djara Liwe, SH No.1 pada tanggal 1 Juli 2000. Pada tahun 2013, KOPPESDA merevisi legalitas organisasi untuk menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah republik indonesia N0. 2 Tahun 2013 tentang Perubahan peraturan pemerintah No.63 tahun 2008. dengan akte Notaris Pau Djara Liwe, SH Tanggal 29 April 2013, No. 92. Pada tahun 2014 KOPPESDA terdaftar di kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Nomor AHU-0010972.50.80.2014 tanggal 19 Desember 2014.


Gagasan pendirian KOPPESDA diawali dengan membentuk sebuah Tim Peneliti pada akhir tahun 1996 yang mengemban tugas untuk memfasilitasi kegiatan penelitian aksi partisipatif di sejumlah kawasan prioritas. Kawasan-kawsan penting yang menjadi prioritas bagii ajang belajar bersama dan pengembangan program meliputi: Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti danTaman Nasional Manupeu Tanadaru di Sumba, Kawasan Konservasi Riung di Flores, Cagar Alam Gunung Mutis di Timor, Kawasan hutan Gunung Rinjani di Lombok, kawasan hutan Gunung Tambora dan Selalu Legini di Sumbawa. Dalam kurun waktu lebih dari empat tahun (1996-2000), Tim Peneliti, selanjutnya dikenal dengan Tim KOPPESDA, telah memfasilitasi kegiatan penelitian aksi partisipatif yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumberdaya alam di lima kawasan prioritas di Nusa Tenggara.  Kegiatan tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akan pelengkapan data dan informasi, melainkan juga dalam upaya pengelolaan sengketa, pengembangan jaringan kerjasama dan kemitraan, pengembangan metode, dan menstimulasi inisiatif lokal bagi penyelesaian masalah-masalah  pengelolaan sumberdaya alam.  

Visi :


Mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mampu mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan demi peningkatan kualitas hidup yang setinggi- tinginya. 



Misi:
  1. Mendasarkan pada penelitian dan pengkajian sebagai basis utama dalam mendesain program dan pendekatan yang akan diimplementasikan pada level pemerintahan Kabupaten, Desa dan Masyarakat.
  2. Terwujudnya model pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan demokratis yang memberikan rasa aman, kepastian hak dan kewajiban melalui hubungan kemitraan.
  3. Mendukung usaha pemberdayaan masyarakat dan organisasi masyarakat untuk konservasi keanekaragaman hayati.
  4. Berkembangnya kebijakan pengelolaan sumberdaya alam yang mengakomodasikan secara proporsional berbagai kepentingan.
  5. Membangun Koppesda sebagai lembaga profesional dan terpercaya yang mampu memfasilitasi berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat.
Struktur
 Yayasan KOPPESDA



Dalam upaya pencapaian Visi dan Misi Lembaga, maka Yayasan KOPPESDA bekerjasama berbagai piihak terkait, seperti masyarakat di Desa, sesama Lembaga Sawadaya Lokal (Yayasan Tananua Sumba, Yayasan Pahadang Manjoru, Lembaga Pelita, Stimulant Institut, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan pihak-pihak lain seperti lembaga-lembaga Donor (UNICEF, UNDP, World Neighboors, Samdhana Institut, dan pihak Universitas seperti Charles Darwin University, Cornell University, Undana Kupang, dll.

Program Dan Kegiatan
Program dan kegiatan yang dikembangkan sampai dengan tahun 2015
  1. Pengembangan Pemantauan Ekosistem Taman Nasional secara Kolaboratif di Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti.
  2. Pengembangan Forum Tingkat Kawasan FK3LW (Forum Komunikasi Kawasan Konservasi Laiwanggi Wanggameti).
  3. Pengembaangan Metode Penataan Batas Kawasan Hutan Partisipatif di Taman Nasional Laiwangi-Wanggameti (Tata Kelola Bersama Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti.)
  4. Pengembangan Centra Informasi terutama data dan informasi yang mendukung proses pengelolaan Konflik diTaman Nasional Laiwanggi Wanggameti.
  5. Pengembangan Ekowisata di desa Wanggameti
  6. Pengelolaan  dan Mengembangkan Learning Center (SIMPUL 16+)
  7. Pengembangan organisasi masyarakat sekitar Kawasan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti  (KMPH dan Forum Anda Li Luku Pala/FALP), kerjasama dengan Yayasan Tananua Sumba dengan dukungan dana dari Ford Foundation
  8. Pengembangan Forum DAS Kambaniru Tingkat Kawasan dan Forum pengelola DAS Kambaniru Tingkat Kabupaten Sumba Timur
  9. Pengembangan Media belajar pengelolaan DAS secara terpadu di kawasan DAS Kambaniru
  10. Program Pengarustamaan gender ”pengembangan metodologi kepemimpinan perempuan dalam pengelolaan sumberdaya alam ”
  11. Program Perencanaan dan penganggaran Partisipatif di Kawasan DAS Kambaniru kerjasama dengan Yayasan Cendana Mekar dengan dukungan pendanaan dari ACCESS
  12. Kajian Dampak perubahan iklim terhadap pertanian lahan kering dan identifikasi daerah rawan bencana
  13. Pemetaan daerah rawan bencana secara partisipatif
  14. Pengembangan Pertanian organic
  15. Program Penguatan Kapasitas local untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam di kawasan DAS Kambaniru kerjasama dengan World Neighboors
  16. Penguatan Kapasitas Lokal untuk Meningkatkan  Ketahanan Masyarakat Terhadap Dampak  Perubahan Iklim
  17. Penguatan Kapasitas Lembaga dan Staff.
  18. Program Strategic Planning and Action to Strengthen Climate Resilience of Rural Communities (SPARC) kerjasama dengan UNDP, Pemerintah Daerah Kab. Sumba Timur (Bappeda, BLH, Dinas Pertanian). Tahun 2015-2016
  19. Program Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat Kerjasama dengan UNICEF, tahun 2014-2015
  20. Program Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) berkonsorsium dengan Lembaga Pelita dan Stimulant Institut

Post a Comment