Thursday, 9 July 2015

Tim KOPPESDA monitoring di Desa Rakawatu-Lewa

oleh
Marlan Umbu Hina
Staff KOPPESDA



Kamis, 08-07-2015. Tim dari Yayasan Koordinasi Pengkajian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (KOPPESDA), melakukan monitoring dan evaluasi di salah satu Desa dampingan Program SPARC untuk melihat pelaksanaan kegiatan yang dijalankan oleh Kelompok Masyarakat Pro Kampung Iklim (KEMAS PROKLIM). Program ini diluncurkan untuk mendorong masyarakat dalam mengantisipasi perubahan iklim yang tidak menentu sehingga mengakibatkan petani mengalami gagal panen dan kehilangan mata pencahariaannya. Melihat situasi ini, maka UNDP sebagai lembaga donor yang konsen di pemberdayaan masyarakat miskin melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan KOPPESDA sebagai sebagai lembaga mitra pelaksana program untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Desa Rakawatu yang saat ini menjadi salah satu Desa Dampingan telah melakukan kegiatan :
v Sekolah Lapang Iklim
v Budidaya Sayur-sayuran
v Budidaya Ikan Air Tawar
Untuk membantu pelaksanaan kegiatan ini UNDP sebagai lembaga donor telah menggelontorkan dana kepada Kemas Proklim. Sehingga Kemas Proklim sebagai pelaksana kegiatan tingkat desa telah melakukan pencairan dana berdasarkan item kegiatan yang diusulkan anggota kelompok untuk menyediakan alat pertaniaan, seperti Traktor 2 buah, Motor pompa air 2 buah dan mesin pembuatan pakan ternak dan ikan. Pengusulan kegiatan ini berdasarkan potensi yang dimiliki desa tersebut dan sesuai kalender musim. Fokus dari Program SPARC ini ada 3 yaitu.
1.  Ketahanan Pangan
2.  Ketersediaan air
3.  Keanekaragaman mata pencaharian

Program ini dijalankan di Sumba Timur yang diawali oleh 7 Desa yang dianggap rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti, Kekeringan dan Gagal panen.
Post a Comment